Ada Jalan Rusak di Pusat Kota: Gara-gara Mobil Besar, Dewan Mau Panggil PUPR

0
427

Kurang dari lima menit setelah melintas dari jembatan penghubung antara wilayah Kelurahan Sukaharja dan Kelurahan Nagasari yang mengarah ke Alun-Alun Karawang, terlihat di kejauhan tanda bertuliskan “Hati-Hati Jalan Rusak”. Papan itu itu berlatar kuning dan berada hampir di area tengah badan jalan Brigpol Sukarna.

Samar-samar juga terlihat bebatuan kecil dan pasir di bawah papan penanda bagi pengguna jalan. Meski begitu, beberapa pengguna masih kurang peduli pada peringatan. Sesekali terlihat para pengguna masih melintas di atas jalanan rusak. Padahal pada tepi kanan jalan tersebut masih ada ruang untuk satu mobil melakukan putar balik. Namun, tetap, risiko permukaannya ada dua: kemacetan dan jalan kian rusak jika tak segera diperbaiki.

“Ini lagi ada proyek perumahan kan di depan Rumah Sakit Mitra Family, jadi banyak mobil besar-besar lewat.”

Kamis siang, 26 Agustus 2021, Tuti (38), salah seorang pedagang di area alun-alun Karawang mengatakan jalanan yang rusak di simpang antara Jalan Brigpol Sukarna dan Jalan Tuparev adalah akibat dari aktivitas mobil berat yang lalu lalang mengangut beban materi pembangunan proyek perumahan tepat di Rumah Sakit Mitra Family.

Lokasi jalan rusak ini tepat berada di depan gardu listrik, di seberang beberapa ruko penjual seluler. Menurut Tuti, simpang itu memang sejak dulu telah menjadi area untuk putar balik kendaraan. Kalau saja malam hari tiba dan kebetulan hujan, belulm lagi ditambah kurangnya lampu penerang, wilayah itu menjadi riskan penyebab terjadinya kecelakaan.

Ia telah berjualan di area alun-alun sejak 25 tahun yang lalu, setiap tahun, katanya, ujung jalan Brigpol Sukarna ini sering mengalami tambal sulam aspal.

“Iya di situ juga belum lama diaspal, ditambal, baru-baru semua, semenjak ada mobil itu, rusak, apalagi kalau kemaren itu waktu hujan, sampai bolong-bolong, di sini mangkanya takut ini, mangkanya dijaga pake itu, tapi baru-baru kemaren, empat hari lalu.”

Rusaknya jalan ini membuat lalu lintas menjadi sedikit terhambat. Selain karena adanya tanda bertuliskan “hati-hati jalan rusak”, pengguna jalan herus ekstra hati-hati dengan jalan berlubang, dan membuat jalanan menjadi kurang efisien. Tuti juga mengatakan, rusaknya area di sana mengakibatkan timulunya banyak pasir di sekitar lokasi putar balik, sehingga sering juga terjadi kecelakaan.

“Itu (tanda) kemaren baru dipasang, itu doang, belum ditambal, empat hari yang lalu kayaknya, tiap hari banyak yang jatoh, kebanyakan motor. Bikin macet juga.”

Ia juga bercerita bahwa lama ini, saat empat hari lalu, ada seseorang yang turun dari sebuah mobil dan tiba-tiba bertanya padanya tentang penyebab rusaknya jalan tersebut. Kemudian seperti yang ia katakana, ia menjelaskannya, tak lama, sore hari itu juga tanda hati-hati mulai dipasang.

Terakhir ia mengatakan bahwa dalam satu hari bisa lebih dari sepuluh kali mobil berat melintas lokasi tersebut dari siang hingga malam hari. Bahkan, menurutnya seorang tukang becak merasa takut saat melintasi jembatan di dekat alun-alun saat melintas bersamaan dengan kendaran berat tersebut. Ia juga menutup dengan harapan area putar balik itu bisa kembali seperti semula.

“Kemaren juga ada tukang becak, kalau lewat, di jembatan itu kaya takut mau roboh, apalagi kalau dilewati sama dua atau tiga mobil itu. Tukang becaknya takut.”

Masih Tuti, “Pengennya mah dibenerin lagi kaya semula, biar engga ada kemacetan dan korban jauh lagi.”

Selain Tuti, seorang mitra ojek online yang sering mangkal di area alun-alun juga mengakui bahwa lokasi putaran balik itu rusak karena adanya aktivitas dari mobil berat untuk proyek di wilayah Kelurahan Sukaharja.

“Terus ininya (baca: lokasi) di situ ya, ada proyek, yang sebelum RSUD, yang untuk bikin mal atau apa itu.” Kemudian ia juga mengatakan, “Karena banyak mobil pengangkut tanah, mobil gede, jadi pas belokan itu berarti beban ya, rusak jadinya,” kata Jajang Mahmudin (50).

Menurut Jajang, aktivitas mobil berat itu baru saja berlangsung selama kurang lebih sekitar satu bulan. Mirip dengan Tuti, ia mengatakan, “Sehari berapa ya, saya engga ngitung sih, saya kan ojek online ini, ya kira-kira dua puluhan ada.”

Ia juga mengatakan bahwa sebetulnya jalan rusak itu tidak begitu mengganggu, sebab baik ukuran lubang maupun kedalamannya tidak terlalu lebar dan dalam. Tetapi, Jajang mengingatkan, “Cuma untuk itu ini aja paling, mestinya gantiin (baca: tanggung jawab), ini kan jalannya rusak karena ada proyek, dibenerin sama itunya, pemborong proyek.”

Terakhir, Jajang menutup percakapan ini dengan mengatakan bahwa Jalan Brigpol Sukarna ini sering mengalami tambal sulam, lebih lagi kalau sudah musim hujan. Sampai saat ini sudah terhitung, dalam hitungan Jajang, telah ada perbaikan tambal sulam sebanyak dua kali.

Dewan Mau Panggil PUPR

Anggota Komisi III DPRD Karawang sekaligus Ketua Fraksi PDIP Karawang Taufik Ismail meminta Pemkab Karawang merespon cepat soal jalan rusak di putaran ujung jalan Brigpol Sukarna (dekat Alun-Alun Karawang) menuju Jalan Tuparev. Apalagi jalan rusak tersebut berada di tengah kota Karawang.

“Jalan rusak itu kan di tengah kota, alun-alun, dekat pusat kota, (pusat) perekonomian. Harus ada respon cepat dari Pemkab terutama dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Karawang,” kata Kang Pipik, sapaan akrabnya, Kamis (26/8).

Pipik masih mempelajari apakah anggaran pemeliharaan jalan tersebut masuk ke anggaran provinsi atau kabupaten, namun yang pasti, anggaran pemeliharaan bisa dicarikan solusinya selama pemerintah bertindak cepat.

Soal kendaraan jenis truk yang sering memutar di lokasi seperti penuturan warga setempat dan pedagang, Pipik belum bisa memberi kesimpulan. “Kalau ini harus dipelajari juga karena saya belum pernah lihat secara langsung ada putar balik dari truk. Kalau ternyata benar, kita harus lihat kebijakan kendaraan yang boleh masuk ke perkotaan itu jenis truk seperti apa, kapasitasnya berapa. Kalau ada opini masyarakat seperti itu, jadi ranah Dinas Perhubungan Karawang untuk turun tangan.”

Dalam waktu dekat, Pipik akan membawa persoalan ini ke Komisi III DPRD Karawang. Ia terlebih dulu akan mengomunikasikan dengan pimpinan Komisi III. Setelah itu, ia juga bakal memanggil Dinas PUPR Karawang.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Dinas PUPR tidak menjawab permintaan konfirmasi dan ajakan wawancara dari kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here